belajar membuat website atau toko online sendiri

Cara membuat website dan pemasaran melalui internet bukan hal yang baru bagi banyak orang yang sudah lama berkecimpung di dunia maya, namun bagi mereka yang awam dan belum mengerti tentang masalah ini tentu akan terasa sulit.

Expert menjadi seorang bloging Part 1

Jika ingin pembentukan personal branding, make money blogging, company branding, atau sekedar untuk mendongkrak jumlah traffic blog Anda yang dari dulu begitu-begitu saja, maka inilah dua blog yang harus Anda pantau sekarang juga!.

Expert menjadi seorang bloging Part 2

Setelah dijelaskan ada dua blog pada Part1, untuk kali ini ada dua lagi yang berkualitas dibidang blogging dan SEO.

Ketika Hati sedang Resah, Gunda atau Galau

Dalam kehidupan ini, terkadang seorang hamba didera berbagai derita. Tak jarang hatinya dilanda beragam perasaan yang mengusik hati, menyiksa jiwa dan membuat hidupnya menjadi keruh dan sempit.

Yang Terlupakan oleh Suami

Rumah tangga bahagia merupakan rumah tangga idaman semua pasutri. Bahkan sebelum pasutri mengikrarkan akad ijab-qobul yang kuat saat menikah, mereka telah bercita-cita semoga kelak menjadi pasutri yang hidup penuh keberkahan, atau minimalnya mereka telah berangan-angan kehidupannya kelak akan penuh romantika yang membahagiakan hati,

Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2013

Profil Suami Sukses




Oleh: Ust. Abu Ammar Al-Ghoyami 
 Menjadi seorang yang sukses merupakan harapan semua orang. Sebagaimana berharap menjadi suami yang sukses pun merupakan cita-cita semua laki-laki. Tahukan Anda para suami, bahwa bekal menjadi suami sukses itu hanya dua hal saja?
Sesuatu yang mungkin terjadi pada seorang wanita memiliki seorang laki-laki ala kadarnya, sebab ia ingin dirinyalah yang akan tahu persis siapa suaminya itu. Dan juga mungkin seorang wanita memilih laki-laki setengah preman karena anggapannya ia akan membaik dengan kebaikan yang masih tersisa dalam hatinya. Tahukah Anda para suami, mengapa itu mungkin dilakukan oleh para wanita?
Kata hati para wanita mengatakan, selagi ia bukan tipe laki-laki pembohong, egois, bakhil, hanya tahu kebenaran pada dirinya, pendengki, suka memusuhi, dan sombong; maka ia tidak akan menderita hidup bersamanya. Sederhana sekali sebenarnya. Sebab tipe laki-laki dengan semua sifat tersebut adalah tipe seorang yang tak manusiawi, bukan tipe laki-laki sejati. Makanya suami yang demikian tidak akan mendapati istrinya bisa bertahan hidup bersamanya. Seandainya bisa bertahan, namun ia akan cepat berubah dari istri yang taat menjadi istri pembangkang, keras kepala, suka membangkang dan memusuhi. Sebabnya ialah suami yang tidak manusiawi dan tak memiliki sifat laki-laki sejati semetara istri merasa telah salah menerimanya sebagai suami. Dalam keadaan demikian, sifat kewanitaannya akan segera putus asa dengan kepribadian suaminya sehingga berubahlah ia sebagaimana ia telah berubah.
Berbohong adalah sebuah kelemahan, bahkan ia merupakan pangkal seluruh kejelekan. Kesombongan menunjukkan tidak adanya kepercayaan seseorang kepada dirinya sendiri yang sesungguhnya. Sementara egois dan merasa benar sendiri tidaklah muncul kecuali dari seorang yang tak lagi memiliki cinta dan kasih sayang serta tak memiliki perasaan yang bisa dicurahkan kepada orang lain. Sifat-sifat seperti inilah yang akan melahirkan berbagai sifat jelek alinnya, seperti suka memusuhi, tak tahu diri, tak lagi mengetahui kelemahan, kekurangan diri, dan lain sebagainya. Tentunya sifat-sifat tersebut hanya dimiliki oleh seorang suami yang telah gagal menjadi suami.

SIFAT-SIFAT SUAMI SUKSES

Seorang suami yang sukses jauh dari sifat-sifat tersebut di atas. Profilnya begitu mempesona para istri. Tak heran bila dengan sifat-sifat ini suami sangat dicinta dan disayang istri. Di antara sifat suami sukses itu ialah:
  1. Yang sadar bahwa pernikahan ialah serangkaian tanggung jawab, kepedulian, dan kepemimpinan yang baik.
  2. Tanggung jawab pernikahan tersebut mendorongnya mewujudkan keberhasilan dalam kehidupan berumah tangga.
  3. Menyadari keadaan dirinya yang berfungsi sebagai pemimpin di dalam keluarganya.
  4. Bisa memberikan rasa aman yang sebenarnya kepada istrinya.
  5. Menjadikan istrinya sebagai kekasihnya.
  6. Dapat menyeimbangkan sikap romantis yang penuh kelembutan dengan sikap tegas dalam menghadapi kenyataan.
  7. Dapat menmbuhkan hubungan suami istri yang didasari nilai-nilai agama yang luhur.
  8. Yang bertanggung jawab terhadap moral keluarga dan masyarakatnya.
  9. Baik hati, rendah hati, selalu berbuat baik, dan suka menolong orang lain.
  10. Kejujurannya menjadikannya sangat berwibawa di rumah dan menjadikannya sebagai bekal keberaniannya.
  11. Berkepribadian stabil, mantap, dan dapat menahan amarah dalam segala keadaan
  12. Pemaaf serta penyabar menghadapi kesalahan orang lain, terutama istrinya.
  13. Amarahnya merupakan didikan, bukan teror, sedangkan hukumannya merupakan kebaikan bagi yang dihukum, bukan siksaan.
  14. Yang tidak membedakan kesamaan derajat dirinya dengan istri sebagai manusia yang memiliki kewajiban menghamba di hadapan Allah Ta’ala.
  15. Selalu adil dalam keharmonisan, kemesraan dan dalam menafkahi batin istrinya.
  16. Bersikap proporsional dalam keadilannya, perlindungannya, kebijakannya serta ketegasannya.
  17. Yang menjadikan musyawarah sebagai media membina kehidupan berumah tangga.
  18. Yang tidak menganggap pendapatnya sendiri yang benar, sementara pendapat istri selalu salah.
  19. Selalu optimis dan tak mudah putus asa.
  20. Suka mencanda, kuat kemaluannya, dan tak bermalas-malasan.
  21. Kaya ide-ide positif, kreatif, dan jauh dari sifat monoton.
  22. Pencemburu dan proporsional cemburunya.
Sebegitu banyakkah sifat yang harus dimiliki oleh seorang suami yang menhendaki kesuksesan? Ya. Benar. Bahkan yang disebutkan itu bukan seluruhnya, namun masih banyak sifat lainnya yang belum tersebut.

DUA BEKAL UTAMA SUAMI SUKSES

Sebenarnya untuk meraih seluruh sifat tersebut mudah saja teorinya. Namun praktiknya membutuhkan kesungguhan dan keistiqomahan. Perbaiki kualitas beragama dan akhlak-aklhak diri dengan siraman nilai-nilai luhur syari’at Islam. Hanya dengan dua hal tersebut seseorang akan menjadi suami sukses, sukses mendapat cinta istri, dan sukses membina rumah tangga Insya Allah. Sebab seluruh sifat-sifat tersebut di atas bisa muncul dan ada pada dirinya dengan baiknya agama serta akhlaknya.
Oleh karenanya, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan seluruh wali-wali para wanita agar memilihkan buat para wanita yang ada di bawah kepengasuhannya seorang laki-laki yang baik agama serta akhlaknya sebagai suami mereka. Beliau sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila seorang laki-laki yang kalian ridhoi agama serta akhlaknya melamar (anak wanitamu), maka nikahkanlah ia (dengannya). Bila kamu tidak lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang banyak.” [1]
Dari sini, sebagai seorang suami, jadilah Anda laki-laki sejati. Hilangkan sifat-sifat buruk dari diri Anda. Sulit memang menghilangkannya, kecuali bila Anda menyadari dan mengetahui bahwa sifat-sifat tersebut memang ada pada diri Anda. Gantilah perangai buruk dengan berbagai akhlak terpuji seorang suami. Dengan menjadi seorang yang taat beragama yang berhias dengan akhlak terpuji, niscaya akan mudah menjadi tipe suami sukses bagi istri dan keluarga.
Wabillahit taufiq
Catatan kaki:
[1] HR.Tirmidzi no: 1107, dihasankan oleh Syaik al-Albani dalam al-Irwa’ no: 1668 dan dalam ash-Shohihah no: 1022.

Disalin dari majalah al-Mawaddah Edisi Khusus Tahun Ke-3 :: Jumadal Ula 1431 H :: April – Mei 2010, Vol.30

Repost dari : http://jilbab.or.id

Sebagian Suami Telah Melalaikannya


Oleh: Abu Ammar al-Ghoyami
Rumah tangga bahagia merupakan rumah tangga idaman semua pasutri. Bahkan sebelum pasutri mengikrarkan akad ijab-qobul yang kuat saat menikah, mereka telah bercita-cita semoga kelak menjadi pasutri yang hidup penuh keberkahan, atau minimalnya mereka telah berangan-angan kehidupannya kelak akan penuh romantika yang membahagiakan hati, menenteramkan jiwa, menenangkan suasana, melapangkan dada serta menambah keleluasaan pikiran. Namun anehnya, sebagian kepala rumah tangga, sebagian suami justru telah melalaikan beberapa sebab dan sarananya. Kita sebutkan sebagiannya, misalnya:
1. Berdoa saat masuk dan keluar rumah
Yaitu dengan membaca basmalah [1] atau do’a masuk rumah [2] agar setan tidak ikut masuk rumah sehingga merusak kedamaian dan ketentraman hidup dalam keluarga. Sehingga bisa Anda bayangkan, apa yang akan terjadi bila hal itu tidak dilakukan oleh suami?
2. Masuk rumah dan menemui keluarga dengan mengucapkan salam
Allah berfirman:
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Alloh, yang diberi berkat lagi baik. (QS. an-Nur [24]: 61)”
Apalah sulitnya mengucapkan salam dengan sempurna saat masuk rumah atau menemui keluarga di rumah? Tidakkah puas jiwa ini dengan sepuluh atau dua puluh bahkan tiga puluh pahala dengannya? Tahukah Anda sebagai suami bahwa dengan salam maka Alloh akan melimpahkan kesejahteraan dan kasih sayang-Nya untuk Anda dan keluarga? Renungkanlah!
3. Menemui keluarga dengan muka berseri dan seuntai senyum yang ramah
Tentu bukanlah hal yang berat bagi seorang suami untuk bermuka ceria dan melepaskan senyum buat istri sekaligus anak-anaknya. Akankah kewibawaan suami menjadi sirna hanya sebab keramahan dan kecerahan raut mukanya tatkala menemui keluarganya? Tentu tidak. Bahkan, justru dengan begitu suami akan beroleh pahala dari Alloh. Maka, jangan sampai ia melalaikannya apalagi meremehkannya, sebab itu termasuk shodaqoh. Rosululloh bersabda:
“Setiap perkara yang ma’ruf adalah shodaqoh, dan sesungguhnya sebagian dari perkara yang ma’ruf ialah berwajah ceria tatkala berjumpa saudaramu dan engkau tuangkan timbamu ke bejananya” [3]
Nah, sekarang pantaskah kiranya bila seorang suami keluar masuk rumah tanpa memperhatikan adab di atas? Pantaskah seorang suami masuk rumahnya dengan keadaan mengerutkan kening, tegang urat lehernya, merah kedua matanya?
Mengapa sebagian suami masih saja lebih ramah dan lebih cerah raut mukanya dengan orang lain dibandingkan dengan istri dan keluarganya? Bagaimana ia akan memberikan kebahagiaan dan ketenteraman bagi istri dan anak-anaknya sementara penampilannya saja sudah menakutkan dan mengecilkan nyali? Kita berlindung kepada Allah dari jeleknya akhlak dan amalan kita.

Catatan kaki:
[1] HR. Muslim no.2018
[2] Sebagaimana sabda Rasululloh
“Apabila seorang suami masuk rumahnya hendaknya ia mengucapkan: [Ya Alloh, sesungguhnya kau mohon masuk dan keluar yang baik dari-Mu, dengan menyebut nama Alloh aku masuk dan keluar, dan kepada Robb kami, Alloh, kami bertawakal] Kemudian hendaknya ia bersalam kepada keluarganya” (HR. Abu Dawud no. 5096, dishohihkan oleh al-Bani dalam ash-Shohihah no.225)
[3] HR. Ahmad dan Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shohih, dan asalnya di Shohihaini dari haditsnya Hudzaifah dan Jabir. Lihat Shohih Targhib wat Tarhib, al-Albani no. 2684.

dari majalah al-Mawaddah Edisi ke-4 Tahun ke-2
Dzulqo’dah 1429H/ November 2008


Repost dari : www.jilbab.or.id

Senin, 11 Februari 2013

Jadwal Harian Untuk orang tekun


Sesungguhnya penolong yang paling besar setelah petunjuk Alloh subhanahu wa ta’ala, agar dapat tekun dan kontinyu melakukan kesungguhan berbuat baik adalah membuat program dan jadwal aktivitas kehidupan. Kita adalah umat yang aktif bekerja tidak mengenal kemalasan, bekerja dengan penuh disiplin tanpa sikap asal-asalan, bekerja berdasarkan perencanaan yang matang dan teliti, tidak ada tempat untuk melakukan sesuatu yang sia-sia di dalam kehidupan ini.

Kita dapatkan sholat lima waktu benar-benar terinci waktu dan aturannya, setiap sholat memiliki waktu yang telah ditetapkan hingga seandainya sholat dilakukan sebelum waktunya maka sholat itu batal, seandainya dilakukan setelah habis waktunya tanpa udzur maka batal pula, dan begitu pula halnya dengan ibadah-ibadah lainnya. Diantara hal yang dapat membantu seorang muslim untuk bekerja adalah membuat jadwal harian untuk mengatur hidupnya, kecuali jika ada suatu kondisi darurat dan mendadak yang harus menyalahi jadwal yang telah ditetapkan, maka saat itu Alloh tidak akan memberatkan seseorang kecuali sebatas kemampuannya. Jadwal program harian yang saya buat ini adalah program usulan, yang boleh jadi cocok bagi orang-orang tertentu dan tidak sesuai (tidak pas) bagi orang lain. Sebab jadwal harian yang saya tawarkan ini hanyalah merupakan pemikiran yang bersumber dari pengalaman, memohon semoga Alloh menjadikan program kerja ini bermanfaat.

Alangkah baiknya jika seorang muslim mengatur waktunya serta jadwal hariannya berdasarkan sholat lima waktu:

Setelah Sholat Shubuh

Setelah seorang muslim melaksanakan sholat shubuh berjamaah maka hendaknya ia mengingat bahwa kunci-kunci kebeerkahan dan rizki adalah pada saat ini (di pagi hari), maka berdoa keepada Alloh agar memberinya keberkahan pada waktu dan umurnya, dan berusaha sedapat mungkin untuk dapat duduk di masjid hingga matahari terbit, dan waktu ini ia gunakan untuk melakukan beberapa hal dibawah ini, yaitu:
Membaca dzikir pagi hari (adzkarus shabah)
Menghafal satu halaman dari al-Qur’an, jika tidak bisa hendaknya menghafal lima ayat saja setiap hari, sesuatu yang sedikit tetapi berlanjut adalah lebih baik daripada banyak dan terputus-putus.
Menghafal dua hadits dari hadits-hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah atau hadits-hadits yang ada dalam kitab Bulughul Marom atau kitab ‘Umdatul Ahkam, lalu sholat dua rakaat (setelah matahari terbit) kmudian pergi ke tempat kerja atau sekolah

Setelah Sholat Dzuhur

Makan siang, lalu tidur siang (istirahat) khususnya bagi para pekerja karena hal itu akan membantu dalam memperbaharui semangat kerja dan daya serap, dan selain hari libur maka hendaknya ia menyibukkan dirinya untuk membaca buku-buku ringan yang tidak membutuhkan fikiran seperti buku sejarah dan buku biografi tokoh.

Setelah Sholat Ashar

Maka hendaknya ia melaksanakan beberapa hal di bawah ini, yaitu:

1) Membaca dzikir sore hari dan inilah waktu yang disyariatkan, Alloh berfirman: “Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya) (Q.S. Qoof: 39). Hendaknya seorang muslim selalu membiasakan dirinya untuk berdisiplin dan berlomba dalam kebaikan

2) Membaca keterangan dua hadits yang telah ia hafal pada pagi hari, jika yang dihafalnya adalah hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah maka buku yang dibaca adalah Syarhu Ibnu Daqiq atau Jami’ul Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab, dan jika yang dibacanya adalah hadits-hadits dalam kitab ‘Umdatul Ahkam maka syarah yang dibacanya adalah Tasyirul Ahkam karya Al-Bassam, dan jika memiliki kemauan tinggi lagi, maka yang dibaca adalah Fathul Bari dan Syarah Muslim karya Imam An-Nawawi, karena semua hadits-hadits yang ada adalam kitab ‘Umdatul Ahkam tersebut semuanya muttafaq’alaih. Dan jika hadits-hadits yang dihafal adalah dari kita Bulughul Marom, maka syarah yang dibaca adalah kitab Subulus Salam karya Al-Shan’ani atau kitab Tawdhihul Ahkam karya Al-Bassam. Bacaan yang saya maksud adalah membaca syarah (keterangan) dua hadits yang telah dihafal di pagi harinya saja, karena hal itu tidak membutuhkan waktu lama.

3) Masih ada sisa waktu untuk membaca buku-buku fiqih dan hadits, maka untuk orang yang sudah masuk pada tingkat lanjutan maka buku-buku yang dibaca adalah Al-Mughni karya Ibnu Al-Qudamah, Al-Muhalli karya Ibnu Hazm, At-Tamhid karya Ibnu Abdul Bar dan Al-Majmu’ karya An-Nawawi; di dalam kitab-kitab tersebut banyak terdapat masalah-masalah fiqih yang sangat menarik.

Sedangkan bagi para pemula maka disamping menghafal dan membaca buku fiqih, alangkah baiknya jika ia membaca kepada seorang syaikh agar menguasai seluruh isinya. Sebagai contoh, kitab fiqih ‘Umdah dalam fiqih Madzhab Hambali, lalu beralih kepada kitab Zadul Mustanqi’, sedangkan kitab-kitab hadits sudah disebutkan diatas. Dan di dalam bidang akidah dimulai dari kitab Al-Ushul Ats-Tsalasah karya Muhammad bin Abdul Wahhab, lalu berpindah kepada kitab Al-Masa’il Al-Arba’ah, setelah itu kitab Fathul Majid, kemudian Al-Aqidah Al-Wasithiyah. Penjelasan monumentalnya adalah syarah (Penjelasan) oleh Syaikh Muhammad Khalil Harras rohimahulloh dan syarah olh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Seusai anda melakukan program pemula lalu beralih kepada program berikutnya, dan demikian seterusnya. Dan jangan sekali-kali anda tergesa-gesa dalam mencapai hasil, dan dengan tidak terasa masa berlalu maka anda semakin mendapat hasil yang banyak.

Setelah Sholat Maghrib

Mengulang kembali hafalan-hafalan yang telah engkau hafal di pagi hari, sebab waktu ini adalah waktu yang tepat untuk mengulang hafalan dan pelajaran.

Setelah Sholat Isya’

Jika engkau tidak memiliki kegiatan lain yang bermanfaat maka hendaknya anda berkumpul bersama keluarga anda di rumah sambil membaca buku-buku ringan tentang Raqa’iq (Surga dan Neraka, tazkiyatun nafs) kemudian tidur dan hindari tidur larut malam (begadang) karena sesungguhnya hal itu adalah musuh bagimu kecuali dalam melakukan ketaatan kepada Alloh.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian para penuntut ilmu dalam menghafal:
Tidak tahu cara menghafal.
Anggapan bahwa menghafal bagi sebagian penuntut ilmu adalah nisbi merupakan hal keliru, sebab seorang penuntut ilmu harus banyak menghafal.
Ada kebiasaan buruk yang beredar adalah anggapan bahwa zaman hafalan sudah berakhir (habis), ini adalah pandangan yang salah, sebab hafalan atau menghafal adalah suatu perkara yang masih berlaku selama manusia ada.
Tidak adanya pilihan dan batasan untuk sesuatu yang dihafal
Tidak ada kesungguhan dalam menghafal.
Bertumpuknya hafalan yang harus ia tanggung.
Tidak mencatat hafalan didalam buku catatan.

Cara Menghafal Al-qur’an
Mengkhususkan waktu pada setiap hari untuk menghafal, waktu yang paling baik adalah waktu Shubuh dan Maghrib.
Memiliki alqur’an yang terdiri dari tiga puluh jilid, setiap jilidnya terdiri dari satu juz alqur’an, selalu dibawa didalam saku supaya mudah dihafal
Menghafal dengan menggunakan mushaf yang tulisan dan bentuknya sama.
Mengulang-ulang dan menjaga hafalan setiap saat
Menjaga bacaan yang telah dihafal saat sholat wajib atau saat sholat sunnah

Cara menghafal hadits
Membiasakan diri untuk membaca buku-buku hadits khususnya sebelum tidur
Tidak perlu menyibukkan diri menghafal sanad-sanad hadits sebab hal itu akan menyita banyak waktu
Selalu mengulang-ulang hafalan
Sekali saya ulangi dan saya tekankan bahwa program kerja ini hanya sekedar pemikiran yang didasari pengalaman, maka pemikiran ini dapat dirubah dengan menambah atau menguranginya atau bahkan mungkin sekali ditolak sebab pemikiran ini bisa sesuai untuk sekelompok manusia dan tidak sesuai untuk sekelompok manusia yang lain, dan semua bisa membuat jadwal program tersendiri, namun yang menjadi sandaran utama adalah rela mengorbankan kemampuan dan kesungguhan untuk belajar dan menambah pengetahuan, membuang jauh-jauh sikap jenuh dan kejumudan dari kamus kehidupan kita.

Sabtu, 21 Juli 2012

Ada Ganti Yang Lebih Baik…


Ummu Salamah adalah seorang Ummul-Mukminin yang berkepribadian kuat, cantik, dan menawan, serta memiliki semangat jihad dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, lebih-lebih setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya. Berkat kematangan berpikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan, dia mendaparkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.. Di dalam sirah Ummahatul Mukminin dijelaskan tentang banyaknya sikap mulia dan peristiwa penting darinya yang dapat diteladani kaum muslimin, baik sikapnya sebagai istri yang selalu menjaga kehormatan keluarga maupun sebagai pejuang di jalan Allah.

Selasa, 17 Juli 2012

Kisah Nyata : Ipar Itu Maut


Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:
“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…”
Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata:
“Terima kasih atas kepedulianmu, Shaleh…Aku merasa memang membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya…”
Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya, Shaleh. Kemudian ia berkata lagi:
 “Masalahnya, wahai Shaleh, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu, aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun masalahnya adikku yang paling kecil, Hamd, yang berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan SMA-nya dan diterima di salah satu universitas di sini. Dia akan datang satu atau dua minggu lagi untuk memulai kuliahnya. Ayah dan ibuku memintaku bahkan mendesakku agar Hamd dapat tinggal bersamaku di rumahku daripada ia harus tinggal di asrama mahasiswa bersama teman-temannya. Mereka takut nanti dia terseret mengikuti kawan-kawannya!

Selasa, 10 Juli 2012

TABARRUJ, DANDANAN ALA JAHILIYAH WANITA MODERN

TABARRUJ, DANDANAN ALA JAHILIYAH WANITA MODERN

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, MA

Istilah “jilbab gaul”, “jilbab modis” atau “jilbab keren”…tentu tidak asing di telinga kita, karena nama-nama ini sangat populer dan ngetrend di kalangan para wanita muslimah. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan jilbab model ini dan beranggapan ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang. Ironisnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku dan tidak sesuai dengan tuntutan jaman.

Padahal, bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mensyariatkan hukum-hukum dalam Islam lebih mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya dan Dialah yang mensyariatkan bagi mereka hukum-hukum agama yang sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap jaman dan tempat? Allah Azza wa Jalla berfirman:
أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
“Bukankah Allah yang menciptakan (alam semesta beserta isinya) maha mengetahui (segala sesuatu)? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui” [al-Mulk:14]

Kamis, 05 Juli 2012

Cenderung Cinta Padanya

Untuk membuat seseorang akan tertarik pada kita, caranya adalah dengan mencari perhatiannya. Berbuatlah baik padanya, maka ia pun akan merasa diberi hati. Sehingga ia akan semakin lekat dan semakin menempel. Namun maksud tulisan ini bukanlah sebagai tips untuk muda-mudi yang hatinya sedang berbunga-bunga dengan kekasihnya. Tidak sama sekali, karena pacaran adalah jalan menuju zina dan jelas haramnya. Yang kami jelaskan di sini adalah tabiat hati yang cenderung akan menyukai orang yang berbuat baik padanya. Dan yang lebih terpenting adalah jika kecintaan tersebut dilandaskan cinta karena Allah.

Cenderung Cinta Padanya

Dalam sebuah atsar disebutkan,

جبلت القلوب على حب من أحسن إليها وبغض من أساء إليها

Selasa, 03 Juli 2012

Bila Jodoh Tak Kunjung Tiba [“Kapan aku menikah?“]


Siang datang bukan untuk mengejar malam, malam tiba bukan untuk mengejar siang. Siang dan malam datang silih berganti dan takkan pernah kembali lagi. Menanti adalah hal yang paling membosankan, apalagi jika menanti sesuatu yang tidak pasti. Sementara waktu berjalan terus dan usia semakin bertambah, namun satu pertanyaan yang selalu mengganggu “Kapan aku menikah ??“.
Resah dan gelisah kian menghantui hari-harinya. Manakala usia telah melewati kepala tiga, sementara jodoh tak kunjung datang. Apalagi jika melihat disekitarnya, semua teman-teman seusianya, bahkan yang lebih mudah darinya telah naik ke pelaminan atau sudah memiliki keturunan. Baginya, ini suatu kenyataan yang menyakitkan sekaligus membingungkan. Menyakitkan tatkala masyarakat memberinya gelar sebagai “bujang lapuk” atau ”perawan tua” , “tidak laku“.Membingungkan tatkala tidak ada yang mau peduli dan ambil pusing dengan masalah yang tengah dihadapinya.
Apalagi anggapan yang berkembang di kalangan wanita, bahwa semakin tua usia akan semakin sulit mendapatkan jodoh. Sehingga menambah keresahan dan mengikis rasa percaya diri. Sebagian wanita yang masih sendiri terkadang memilih mengurung diri dan hari-harinya dihabiskan dengan berandai-andai.

Ini adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri sebab hal ini bisa saja terjadi pada saudari kita, keponakan, sepupu atau keluarga kita. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini, tingginya batas mahar dan uang nikah yang ditetapkan. Hal ini banyak terjadi dinegeri kita .

Senin, 02 Juli 2012

Jika Anda Di Mabuk Cinta

Penyakit yang satu ini banyak menghinggapi kawula muda, sedikit sekali yang selamat dan dampaknya pun begitu hebat..bagaimana solusinya…?

Walaupun efek yang ditimbulkan penyakit al-‘isyq (mabuk cinta) sangat hebat dan sulit melepaskan diri dari jeratannya, namun bukanlah suatu hal yang mustahil apabila penderitanya bisa sembuh dan selamat dari penyakit ini. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya obat itu mujarab bagi orang yang menerimanya. Adapun orang yang yang mencampuradukkannya niscaya obat itu tidak berguna baginya. “ Maka orang yang benar-benar ingin sembuh, dia harus berupaya berobat. Namun jika tidak, niscaya penyakit akan tetap bercokol bahkan bisa jadi bertambah parah.

Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara:

>Ikhlas kepada Allah
Jika seseorang yang terkena penyakit al-‘isyq benar-benar ikhlas dan menghadapkan wajahnya kepada Allah dengan tulus, niscaya Allah akan menolongnya dengan cara yang tiada pernah terlintas di hatinya. Dia akan menyingkirkan segala penghalang menuju jalan taubat.

>Berdo’a
Merendahkan diri kepada Allah, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit.

Kamis, 24 Mei 2012

Obat Ketika Merindukan Si Dia

Tak bisa disangkal, manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.

Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Karena sudah tahu bahwa pacaran bukanlah jalan yang halal untuk ditempuh, maka nikahlah satu-satunya yang jadi pilihan. Padahal si pria belum mampu memberi nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk menyelesaikan sekolah atau meraih gelar. Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka pacaran terselubung sebagai jalan keluar karena tidak kuat menahan rasa rindu pada si dia. Lewat chatting, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif.

Inilah yang dialami pemuda masa kini. Mungkin juga dialami para aktivis dakwah. Agar dikira tidak melalui pacaran, maka sms dan chatting yang jadi pilihan. Seharusnya rasa rindu ini bisa dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang akan kami utarakan[1]. Semoga Allah senantiasa memberi taufik.

Terapi dari Rasa Rindu dengan Segera Nikah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[2], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[3]

.